Dimas Sanjaya

AI Tidak Bikin Kamu Bodoh — Ia Bikin Gap-nya Makin Keliatan

Jujur, pertama kali coba Claude Code, reaksi gue simpel: "Ini serius bisa segini?"

Gue ketik satu instruksi. Ia baca seluruh struktur project, nulis implementasinya, sekalian bikin test-nya. Dalam hitungan menit.

Bukan terpesona. Bukan takut. Tapi langsung mikir — kalau ini bisa ngerjain yang itu, gue harusnya ngerjain yang mana?

Dan dari situ, perspektif gue soal AI berubah total.

Jadi Lead Itu Bukan Soal Nulis Kode Terbanyak

Waktu pertama kali jadi Team Lead di Indomaret, ada fase awkward yang mungkin familiar buat banyak engineer yang naik jabatan:

"Harusnya gue yang ngerjain ini. Lebih cepet kalau gue yang handle."

Tapi lama-lama sadar — kalau gue yang ngerjain semua, tim gue ngapain?

Skill terpenting seorang lead bukan ngoding paling kenceng. Tapi tau apa yang harus dikerjain, sama siapa, dan kapan. Alias: leverage.

Dan AI? Ia adalah anggota tim paling aneh yang pernah gue punya.

Kenalkan: Anggota Tim yang Tidak Pernah Ngantuk

Bayangkan punya developer yang:

  1. +Bisa diminta nulis boilerplate jam 2 pagi tanpa ngeluh
  2. +Tidak perlu onboarding panjang buat syntax baru
  3. +Tidak komplain kalau di-review 10 kali dalam sejam
  4. Tidak tau konteks bisnis kamu
  5. Tidak bisa bedain mana yang technically possible vs actually worth building
  6. Tidak punya kulit tebal waktu harus bilang "ini idenya kurang tepat" ke stakeholder

Nah, tiga poin terakhir itu? Itu kerjaan lo.

AI mengeksekusi. Lo yang memutuskan.

"Tapi Nanti Programmer Ga Laku Dong?"

Pertanyaan yang sering muncul, dan gue ngerti kenapa.

Tapi coba balik pertanyaannya:

Apakah kalkulator bikin orang lupa matematika?

Paham

Buat yang emang ngerti matematika — tidak. Malah makin produktif.

Tidak paham

Buat yang dari awal tidak mau belajar — ya memang tidak bisa dari sononya.

AI bukan penyebab seseorang jadi tidak kompeten. AI hanya mempercepat seleksi alamnya.

Yang benar-benar paham sistem, domain, dan trade-off — mereka makin berbahaya dengan AI. Yang cuma modal copy-paste dari Stack Overflow — mungkin memang sudah waktunya upgrade.

Leverage Bukan Berarti Menyerah ke AI

Gue pakai Claude Code setiap hari. Untuk scaffold struktur awal, nulis boilerplate yang membosankan, debug error yang muter-muter, atau sekadar punya rubber duck yang bisa balik jawab.

Tapi keputusan tetap di tangan gue:

AI tidak tau jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu. Karena jawabannya ada di konteks — dan konteks itu milik lo.

AI Itu Seperti Punya Tim Baru

Bukan tim yang gantiin lo. Tapi tim yang bikin lo bisa fokus ke hal yang benar-benar butuh lo.

Dan sebagai lead, itu bukan ancaman.

Itu exactly yang lo mau.

Dimas adalah Lead Engineer di Indomaret yang senang mikirin sistem, ngopi, dan sesekali overthinking soal karir di tengah malam.